<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Java - Vavai</title>
	<link>http://java.vavai.com</link>
	<description>Mudah Belajar Java Bersama Vavai :-)</description>
	<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 04:46:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tips Java : Mendapatkan IP Address dan Host Name</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/31/tips-java-mendapatkan-ip-address-dan-host-name/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/31/tips-java-mendapatkan-ip-address-dan-host-name/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 04:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips &amp; Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/31/tips-java-mendapatkan-ip-address-dan-host-name/</guid>
		<description><![CDATA[Java menyediakan fungsi InetAddress untuk mendapatkan alamat IP maupun nama host suatu komputer. Alamat IP maupun nama host yang didapatkan tidak tergantung pada alamat ip dan nama host komputer lokal saja, namun juga dapat digunakan untuk mengecek alamat IP dan nama host di Internet, tentu dengan syarat komputer kita terhubung dengan internet. Penggunaan fungsi ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Java menyediakan fungsi InetAddress untuk mendapatkan alamat IP maupun nama host suatu komputer. Alamat IP maupun nama host yang didapatkan tidak tergantung pada alamat ip dan nama host komputer lokal saja, namun juga dapat digunakan untuk mengecek alamat IP dan nama host di Internet, tentu dengan syarat komputer kita terhubung dengan internet. Penggunaan fungsi ini juga terkait erat dengan setting DNS pada komputer yang kita gunakan.</p>
<p> <a href="http://java.vavai.com/2008/01/31/tips-java-mendapatkan-ip-address-dan-host-name/#more-46" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/31/tips-java-mendapatkan-ip-address-dan-host-name/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Java GUI 2 : Label, Text dan Button</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/30/tutorial-java-gui-2-label-text-dan-button/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/30/tutorial-java-gui-2-label-text-dan-button/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 07:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/30/tutorial-java-gui-2-label-text-dan-button/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kita berkenalan dengan IDE Netbeans dan membuat aplikasi Hello World, kita sekarang bisa melangkah pada aplikasi kecil lainnya yang akan memperkenalkan kita pada beberapa komponen yang sering digunakan untuk membuat aplikasi terapan.
Pada tutorial kedua ini, kita akan membahas mengenai Label, TextField dan Button. Bagi programmer yang berasal dari bahasa pemrogramman selain Java, kita bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kita berkenalan dengan IDE Netbeans dan <a href="http://java.vavai.com/2008/01/24/tutorial-gui-1-membuat-aplikasi-hello-world-dengan-netbeans/">membuat aplikasi Hello World</a>, kita sekarang bisa melangkah pada aplikasi kecil lainnya yang akan memperkenalkan kita pada beberapa komponen yang sering digunakan untuk membuat aplikasi terapan.</p>
<p>Pada tutorial kedua ini, kita akan membahas mengenai Label, TextField dan Button. Bagi programmer yang berasal dari bahasa pemrogramman selain Java, kita bisa memahami pola pengambilan variabel dan melakukan setting variabel melalui program kecil ini. Sebagai contoh, pada program terapan, kita akan sering berhubungan dengan &#8220;Bagaimana cara mengambil isi suatu Text Field&#8221; atau &#8220;Bagaimana cara mengeset isi suatu TextField&#8221;.</p>
<p>Dalam VB 6.0 (yang saya gunakan bertahun-tahun <img src='http://java.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> ), perintah mendapatkan isi suatu text menggunakan perintah berikut :</p>
<p>strIsiText = txtTeks1.text</p>
<p>Sedangkan pada Java, hal ini dilakukan dengan memanggil method getText sebagai berikut :</p>
<p>strIsiText = txtTeks1.getText();</p>
<p> <a href="http://java.vavai.com/2008/01/30/tutorial-java-gui-2-label-text-dan-button/#more-45" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/30/tutorial-java-gui-2-label-text-dan-button/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Java : Menjalankan File dengan Aplikasi Default</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/29/tips-java-menjalankan-file-dengan-aplikasi-default/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/29/tips-java-menjalankan-file-dengan-aplikasi-default/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 09:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips &amp; Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/29/tips-java-menjalankan-file-dengan-aplikasi-default/</guid>
		<description><![CDATA[Veteran Visual Basic mungkin pernah mengenal perintah ShellExecute yang berfungsi membuka atau menjalankan suatu file dengan aplikasi pembukanya. Misalnya, jika kita membuka file test1.txt, file tersebut akan secara otomatis dibuka dengan Notepad atau Wordpad sesuai dengan setting default aplikasi pembuka. Jika kita membuka file .xls, Excel akan secara otomatis membukanya. Perintah ShellExecute ini penting karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Veteran Visual Basic mungkin pernah mengenal perintah ShellExecute yang berfungsi membuka atau menjalankan suatu file dengan aplikasi pembukanya. Misalnya, jika kita membuka file test1.txt, file tersebut akan secara otomatis dibuka dengan Notepad atau Wordpad sesuai dengan setting default aplikasi pembuka. Jika kita membuka file .xls, Excel akan secara otomatis membukanya. Perintah ShellExecute ini penting karena kita tidak perlu menebak dan mengingat-ingat, extension tertentu itu dibuka oleh aplikasi apa ?</p>
<p>Pada Java, menjalankan aplikasi dengan kondisi yang mirip biasanya menggunakan library <em>Runtime.exec</em>. Hanya saja, perintah yang dicontohkan biasanya menjalankan aplikasi tertentu yang biasanya memang <em>executable application</em>. Bagaimana jika kita menginginkan cara yang sama dengan kemampuan ShellExecute ? Mudah. Gunakan feature yang disediakan pada Java SE 6, yaitu <em>desktop API</em>.</p>
<p>Desktop API memudahkan kita membuat aplikasi yang dapat mengenali aplikasi default dari file yang kita buka. Bukan hanya membuka file, Desktop API juga dapat dimanfaatkan untuk membuka web browser maupun aplikasi email client default, selain bisa dimanfaatkan untuk edit maupun print file. Menarik bukan ?</p>
<p> <a href="http://java.vavai.com/2008/01/29/tips-java-menjalankan-file-dengan-aplikasi-default/#more-44" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/29/tips-java-menjalankan-file-dengan-aplikasi-default/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Java : Membaca dan Menulis File Properties untuk Setting Konfigurasi Aplikasi</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membaca-dan-menulis-file-properties-untuk-setting-konfigurasi-aplikasi/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membaca-dan-menulis-file-properties-untuk-setting-konfigurasi-aplikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 20:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips &amp; Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membaca-dan-menulis-file-properties-untuk-setting-konfigurasi-aplikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu feature yang sering digunakan pada aplikasi terapan adalah kemampuan membaca dan menulis file konfigurasi. Sistem Windows biasa mengenal file konfigurasi dengan ekstension file .ini. Java sendiri tidak mempermasalahkan ekstension nama file. Dalam banyak contoh, kebanyakan malah menggunakan ekstension file yang cukup panjang, .properties.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu feature yang sering digunakan pada aplikasi terapan adalah kemampuan membaca dan menulis file konfigurasi. Sistem Windows biasa mengenal file konfigurasi dengan ekstension file .ini. Java sendiri tidak mempermasalahkan ekstension nama file. Dalam banyak contoh, kebanyakan malah menggunakan ekstension file yang cukup panjang, .properties.</p>
<p>Apa keuntungan penggunaan file konfigurasi ? Keuntungan utama adalah kemudahan dalam melakukan perubahan <em>on the fly</em>. Contohnya, jika kita menggunakan server ujicoba pada alamat tertentu dan server produksi untuk implementasinya, kita dapat dengan mudah melakukan perubahan pada file konfigurasi tanpa membuka maupun mengubah kode program. Fleksibilitas ini juga bermanfaat jika satu waktu kita harus menggunakan alamat server database yang lain.</p>
<p>Kita bisa mendefinisikan komponen dari file properties sesuai dengan keinginan. Bisa saja kita mendefinisikan nama aplikasi, setting default untuk email, setting konstanta tertentu dan lain sebagainya. Ada juga beberapa aplikasi yang bahkan menyimpan string koneksi database pada file konfigurasi. Hati-hati jika menggunakan hal seperti ini karena saya pernah melihat, password untuk koneksi ke database disimpan dalam bentuk plain text :-).</p>
<p>Berikut adalah langkah-langkah membuat aplikasi untuk membaca dan menyimpan file konfigurasi :</p>
<ol>
<li>Buat 1 project Java Application pada Netbeans. Simpan dengan nama yang diinginkan.</li>
<li>Tambahkan 1 buah JFrame Form, beri nama frmKonfigurasi, setting Title dan lengkapi dengan 1 Panel, 2 Label, 2 Text Field (txtNamaAplikasi dan txtHostServer) dan 1 Button (btnSimpanKonfigurasi) seperti pada contoh berikut :<br />
<img src="http://www.vavai.com/images/nb/netbeans-file-konfigurasi1.jpg" /></li>
<li>Buat 2 buah method. Method pertama untuk Load Properties sebagai berikut :</li>
<li>
<pre name="code" class="java">

public static Properties loadProperties(String sFile) {
Properties p = new Properties();
try {
FileInputStream in = new FileInputStream(sFile);
p.load(in);
System.out.println(&quot;File konfigurasi '&quot; + sFile + &quot;' berhasil dibuka&quot;);
in.close();} catch (IOException iOException) {
JOptionPane.showMessageDialog(null, iOException);
}
return p;}
</pre>
</li>
<li>Method kedua adalah method untuk Simpan Properties. Berikut adalah kode untuk menyimpan konfigurasi.</li>
<li>
<pre name="code" class="java">
public static void saveProperties(Properties p, String sFile) throws IOException{
FileOutputStream out = null;
try {
out = new FileOutputStream(sFile);
p.store(out, &quot;Ini baris komentar\nFile konfigurasi&quot;);
JOptionPane.showMessageDialog(null, &quot;File konfigurasi '&quot;+sFile+&quot;' sudah disimpan&quot;);
} catch (FileNotFoundException ex) {
Logger.getLogger(frmKonfigurasi.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
JOptionPane.showMessageDialog(null, ex.getMessage());
} finally {
try {
out.close();
} catch (IOException ex) {
Logger.getLogger(frmKonfigurasi.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
JOptionPane.showMessageDialog(null, ex.getMessage());
}
}}
</pre>
</li>
<li>Berikutnya adalah kode yang akan dijalankan jika button di click. Letakkan kode ini pada event ActionPerformed pada btnSimpanKonfigurasi sehingga kode program menjadi sebagai berikut :</li>
<li>
<pre name="code" class="java">
private void btnSimpanKonfigurasiActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
try {
/**
* Menyimpan file properties ke file
* @param Properties p Object Properties
* @param String sFile String path file tujuan
*/
Properties p = new Properties();//Menetapkan key dan value draft
p.setProperty(&quot;Nama Aplikasi&quot;, txtNamaAplikasi.getText());
p.setProperty(&quot;Host Server&quot;, txtHostServer.getText());
saveProperties(p, PROP_FILE);
} catch (IOException ex) {
Logger.getLogger(frmKonfigurasi.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
JOptionPane.showMessageDialog(null, ex.getMessage());
}}
</pre>
</li>
<li>Tambahkan kode untuk melakukan pengambilan data konfigurasi. Saya meletakkannya pada setelah init komponen. Untuk pemisahan kode, sebaiknya letakkan kode ini pada satu method  tersendiri</li>
<li>
<pre name="code" class="java">
Properties p2 = new Properties();
p2 = loadProperties(PROP_FILE);//Mendapatkan nilai key
txtNamaAplikasi.setText(p2.getProperty(&quot;Nama Aplikasi&quot;));
txtHostServer.setText(p2.getProperty(&quot;Host Server&quot;));
</pre>
</li>
<li>Jalankan form. Pada saat awal, form akan melakukan loading file konfigurasi. Jika tidak menemukannya, akan timbul pesan bahwa file konfigurasi.properties tidak ditemukan. Untuk aplikasi terapan, pesan ini bisa dinonaktifkan agar tidak membingungkan. Saya menambahkan messagebox sebagai perangkap kesalahan untuk kepentingan debug saja. Pesan ini bisa saja disampaikan pada konsole menggunakan System.out.println();<br />
<img src="http://www.vavai.com/images/nb/netbeans-file-konfigurasi2.jpg" /><img src="http://www.vavai.com/images/nb/netbeans-file-konfigurasi3.jpg" /></li>
<li>Setelah mengisi dan menyimpan konfigurasi, akan terbentuk file konfigurasi.properties yang akan diletakkan di folder project kita. Isinya kira-kira sebagai berikut :<br />
<img src="http://www.vavai.com/images/nb/netbeans-file-konfigurasi4.jpg" /></li>
</ol>
<p>Silakan lakukan modifikasi program sesuai dengan tujuan yang diinginkan.</p>
<p>Catatan : Contoh lengkap, <a href="http://www.vavai.com/uploads/java/frmKonfigurasi.form">frmKonfigurasi.form</a> dan <a href="http://www.vavai.com/uploads/java/frmKonfigurasi.java">frmKonfigurasi.java</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membaca-dan-menulis-file-properties-untuk-setting-konfigurasi-aplikasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Java : Membuat File Excel - Spreadsheet</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membuat-file-excel-spreadsheet/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membuat-file-excel-spreadsheet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 04:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips &amp; Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membuat-file-excel-spreadsheet/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu feature laporan yang sering diminta oleh customer adalah laporan data dalam bentuk Spreadsheet. Bisa Excel bisa juga Open Office. Pada dasarnya, karena Open Office mampu membuka file Excel sedangkan Excel tidak mampu (tidak mau ?) membuka file Open Office, pilihan yang ada adalah menambahkan kemampuan Export data ke Excel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu feature laporan yang sering diminta oleh customer adalah laporan data dalam bentuk Spreadsheet. Bisa Excel bisa juga Open Office. Pada dasarnya, karena Open Office mampu membuka file Excel sedangkan Excel tidak mampu (tidak mau ?) membuka file Open Office, pilihan yang ada adalah menambahkan kemampuan Export data ke Excel.</p>
<p>Sebagian report memang memiliki kemampuan export data, namun salah satu keunggulan yang bisa dipetik jika kita membuat kode program yang mampu melakukan ekspor data ke Excel secara manual adalah fleksibilitas yang jauh lebih luas.</p>
<p>Berikut adalah program Java sederhana untuk membuat file Excel. Saya buat sesederhana mungkin karena yang penting adalah polanya. Pada prakteknya, kita dapat menggunakan JDBC untuk mengambil data dan menempatkannya ke Excel.</p>
<p>Saya menggunakan IDE Netbeans, silakan sesuaikan settingnya dengan IDE yang anda gunakan.</p>
<ol>
<li>Download paket <a href="http://www.apache.org/dyn/closer.cgi/poi/dev/">Apache POI</a>, Apache POI - Java API To Access Microsoft Format Files. Saya mendownload versi 3.0.2 beta</li>
<li>Ekstrak dan tempatkan file jar yang ada (poi-3.0.2-beta2-20080112.jar, poi-contrib-3.0.2-beta2-20080112.jar, poi-scratchpad-3.0.2-beta2-20080112.jar) ke dalam folder /opt/jdk1.6.0/lib. Sesuaikan lokasi penempatan dengan lokasi library Java anda.</li>
<li>Buka Netbeans dan buatlah sebuah project</li>
<li>Tambahkan sebuah JFrame Form, setting titlenya dan buat satu button dengan nama btnCreateExcel</li>
<p><img src="http://www.vavai.com/images/java/nb-excel1.png" /></p>
<li>Klik kanan pada library project, pilih menu Properties dan pilih menu <strong>Add Jar/Folder</strong> untuk menambahkan ketiga file jar yang sudah kita tempatkan pada point 2</li>
<p><img src="http://www.vavai.com/images/java/nb-excel2.png" /></p>
<li>Ketikkan kode program untuk method actionPerformed btnCreateExcel sebagai berikut</li>
<pre name="code" class="java">

private void btnCreateExcelActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
try {
int i;
// TODO add your handling code here:
HSSFWorkbook wb = new HSSFWorkbook();
HSSFSheet sheet = wb.createSheet(&quot;new sheet&quot;);

// Create a row and put some cells in it. Rows are 0 based.
for (i = 1; i &lt;= 10; i++) {
HSSFRow row = sheet.createRow((short) i);

// Aqua background
HSSFCellStyle style = wb.createCellStyle();
style.setFillBackgroundColor(HSSFColor.AQUA.index);
style.setFillPattern(HSSFCellStyle.BIG_SPOTS);
HSSFCell cell = row.createCell((short) 1);
cell.setCellValue(&quot;X&quot; + i);
cell.setCellStyle(style);

// Orange &quot;foreground&quot;, foreground being the fill foreground not the font color.
style = wb.createCellStyle();
style.setFillForegroundColor(HSSFColor.ORANGE.index);
style.setFillPattern(HSSFCellStyle.SOLID_FOREGROUND);
cell = row.createCell((short) 2);
cell.setCellValue(&quot;M&quot; + i);
cell.setCellStyle(style);
}
// Write the output to a file
FileOutputStream fileOut = new FileOutputStream(&quot;workbook.xls&quot;);
wb.write(fileOut);
fileOut.close();
JOptionPane.showMessageDialog(null, &quot;File Excel sudah tercipta&quot;);
} catch (IOException ex) {
Logger.getLogger(NewJFrame.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
}
}
</pre>
<li>Lakukan import untuk library yang dibutuhkan. Sekedar saran, gunakan opsi * (misalnya import org.apache.poi.hssf.usermodel.*;) untuk mempersingkat penulisan import.</li>
<li>Jalankan form</li>
<p><img src="http://www.vavai.com/images/java/nb-excel3.png" /></ol>
<p>Program diatas menunjukkan demonstrasi penempatan string pada suatu posisi, termasuk melakukan pewarnaan background. Silakan modifikasi sesuai dengan hasil yang diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/25/tips-java-membuat-file-excel-spreadsheet/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial GUI 1 : Membuat Aplikasi Hello World dengan Netbeans</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/24/tutorial-gui-1-membuat-aplikasi-hello-world-dengan-netbeans/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/24/tutorial-gui-1-membuat-aplikasi-hello-world-dengan-netbeans/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 04:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/24/tutorial-gui-1-membuat-aplikasi-hello-world-dengan-netbeans/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mencoba 2 buah program menggunakan konsole, kita akan mulai bersentuhan dengan aplikasi GUI menggunakan IDE (Integrated Development Environment).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mencoba <a href="http://java.vavai.com/2008/01/22/program-java-pertama-hello-java/">2</a> <a href="http://java.vavai.com/2008/01/23/koneksi-java-mysql-via-konsole/">buah</a> program menggunakan konsole, kita akan mulai bersentuhan dengan aplikasi GUI menggunakan IDE (<em>Integrated Development Environment</em>). Seperti yang saya katakan sebelumnya, aplikasi GUI menggunakan IDE dalam beberapa hal <em>make our life a little bit easier</em> <img src='http://java.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kita akan menggunakan Netbeans IDE untuk melakukan hal ini. Berikut adalah langkah-langkahnya :</p>
<ol>
<li><a href="http://java.vavai.com/2008/01/22/instalasi-netbeans-60-pada-opensuse-103/">Install Netbeans</a></li>
<li>Jalankan Netbeans sehingga muncul layar utama IDE</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans1.jpg" alt="Hello World GUI1" /></p>
<li>Klik menu File | New Project</li>
<li>Pilih Java - Java Application</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans2.jpg" alt="Hello World GUI2" /></p>
<li>Beri nama Project <strong>AppHelloWorld</strong> dan hilangkan pilihan <strong>Create Main Class</strong>, karena kita langsung membuat main class pada form Hello World</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans3.jpg" alt="Hello World GUI3" /></p>
<li>Klik kanan pada Project yang baru dibuat, pilih New | JFrame Form&#8230;</li>
<li>Beri nama Form yang baru dibuat dengan nama frmHelloWorld. Klik finish. Kita akan diberi satu buah form yang bisa didesain secara leluasa.</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans4.jpg" alt="Hello World GUI4" /></p>
<li>Jika di IDE Visual Basic kita mengenal Toolbox, di Netbeans kita mendapatkan sesuatu yang mirip dengan nama Pallete</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans6.jpg" alt="Hello World GUI6" /></p>
<li>Drag dan drop komponen <strong>Button</strong> dari Pallet ke form yang baru kita buat sehingga muncul 1 buah tombol dengan text <strong>jButton1</strong></li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans7.png" alt="Hello World GUI7" /></p>
<li>Klik kanan pada tombol tersebut dan pilih <strong>Change Variable Name. </strong>Ubah nama tombol menjadi <strong>btnHello</strong></li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans8.png" alt="Hello World GUI8" /></p>
<li>Klik kanan lagi pada tombol dan pilih <strong>Edit Text</strong>. Ganti text menjadi <strong>Hello World</strong></li>
<li>Klik kanan lagi juga (hehehe&#8230;) pada tombol dan pilih menu <strong>Events | Actions | actionPerformed</strong>. Event ini bisa diumpamakan sebagai event Command_Click pada Visual Basic</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans9.jpg" alt="Hello World GUI9" /></p>
<li>Kita akan mendapatkan layar kode. Ketikkan kode berikut :</li>
<li>
<pre name="code" class="java">
JOptionPane.showMessageDialog(null, &quot;Hello World !&quot;);
</pre>
</li>
<li>Kita akan melihat bahwa Java sudah pintar dengan langsung membuat tanda kutif tutup pada saat kita hendak mengetik &#8220;Hello World !&#8221;.</li>
<li>Seperti halnya VB, Java juga memiliki feature autocomplete untuk method dan properties. Disini kita juga akan menemukan 1 keunggulan penggunaan IDE dibandingkan mengetik program menggunakan konsole / text editor, yaitu feature Auto Import</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans10.jpg" alt="Hello World GUI10" /></p>
<li>Lihat pada bagian kiri kode ada semacam bohlam lampu kecil. Ini menandakan &#8220;ada sesuatu&#8221; dengan kode yang kita ketik. Karena kita menggunakan JOptionPane, kita membutuhkan librarynya agar Java mengenali komponen ini. Klik pada pada bohlam lampu tersebut dan pilih  <strong>Add Import for javax.swing.JOptionPane</strong></li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans11.png" alt="Hello World GUI11" /></p>
<li>Setelah kita pilih, Netbeans secara otomatis akan menambahkan tulisan <strong>import javax.swing.JOptionPane; </strong>pada bagian atas kode.<strong><br />
</strong></li>
<li>Simpan project</li>
<li>Klik kanan pada form yang baru dibuat dan klik <strong>Run</strong> atau tekan tombol SHIFT + F6</li>
<li>Kita akan mendapatkan form dengan 1 buah tombol yang jika diklik akan memunculkan sebuah Message Box &#8220;Hello World !&#8221;</li>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/netbeans12.png" alt="Hello World GUI12" /></ol>
<p>Selamat, anda sudah membuat 1 buah program aplikasi yang akan menjadi langkah awal kecintaan anda pada Java :-). Mengapa saya menggunakan JOptionPane dan bukannya Label untuk sekedar menampilkan tulisan Hello World ? Karena JOptionPane ini akan banyak kita gunakan pada tutorial mendatang. Kalau sekedar Label, semestinya tanpa perlu setting macam-macam kita sudah bisa memahaminya <img src='http://java.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/24/tutorial-gui-1-membuat-aplikasi-hello-world-dengan-netbeans/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Koneksi Java &#038; MySQL via Konsole</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/23/koneksi-java-mysql-via-konsole/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/23/koneksi-java-mysql-via-konsole/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 07:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/23/koneksi-java-mysql-via-konsole/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu program yang menarik untuk ditest melalui konsole sebelum nanti mulai menggunakan IDE adalah program koneksi ke database menggunakan JDBC. Mengapa ini menarik karena ada beberapa aspek khas Java yang terkandung didalamnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu program yang menarik untuk ditest melalui konsole sebelum nanti mulai menggunakan IDE adalah program koneksi ke database menggunakan JDBC. Mengapa ini menarik karena ada beberapa aspek khas Java yang terkandung didalamnya.</p>
<p>Kita bisa mencobanya dengan melakukan koneksi ke database MySQL melalui Java. Untuk melakukan hal ini, silakan lakukan tutorial sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Instalasi database server MySQL. Untuk melakukan instalasi database MySQL pada OpenSUSE silakan merujuk pada panduan <a href="http://www.vavai.com/index.php?/categories/7-Migrasi-Database">http://www.vavai.com/index.php?/categories/7-Migrasi-Database</a></li>
<li>Jalankan service MySQL melalui YAST | SYSTEM | SYSTEM SERVICE (RUNLEVEl)</li>
<li>Download MySQL Connector J melalui alamat <a href="http://www.mysql.com/products/connector/j/">http://www.mysql.com/products/connector/j/ </a>. Ambil versi terbaru. Pada saat panduan ini ditulis, versi terbaru adalah mysql-connector-java-5.1.5</li>
<li>Ekstrak file yang didownload dan ambil file mysql-connector-java-5.1.5-bin.jar. Sesuaikan dengan versi MySQL Connector yang didownload.</li>
<li>Copy file jar tersebut ke lokasi library. Untuk keselarasan dengan panduan saya yang lain, silakan copy ke folder /opt/jdk1.6.0/lib</li>
<li>Buka konsole dan ketik perintah</li>
<li>
<pre name="code" class="cpp">
export CLASSPATH=.:/opt/jdk1.6.0/lib/mysql-connector-java.jar:
</pre>
</li>
<li>Untuk kemudahan, perintah diatas bisa di masukkan kedalam file .bash_profile yang ada di home folder masing-masing</li>
<li>Buka teks editor (kate misalnya) dan ketik kode program berikut ini :</li>
<li>
<pre name="code" class="java">
public class TestMysql {  public static void main(String args[]) {
try {
/* Test loading driver */
String driver = &quot;com.mysql.jdbc.Driver&quot;;System.out.println( &quot;=&gt; loading driver:&quot; );
Class.forName( driver );
System.out.println( &quot;OK&quot; );/* Test the connection */
String url = &quot;jdbc:mysql://localhost/test&quot;;System.out.println( &quot;=&gt; connecting:&quot; );
java.sql.DriverManager.getConnection( url, &quot;guest&quot;, &quot;&quot; );
System.out.println( &quot;OK&quot; );
}
catch( Exception x ) {
x.printStackTrace();
}
}
}
</pre>
</li>
<li>Simpan dan beri nama TestMysql.java</li>
<li>Buka konsole (ALT+F2, konsole)</li>
<li>Lakukan kompilasi</li>
<pre name="code" class="java">
javac TestMysql.java
</pre>
<li>Jika tidak ada pesan kesalahan, lanjutkan dengan menjalankan program</li>
<pre name="code" class="java">
java TestMysql
</pre>
</ol>
<p><img src="http://java.vavai.com/wp-content/uploads/2008/01/testmysql.jpeg" alt="TestMysql" /></p>
<p><strong>Catatan :</strong></p>
<p>Program diatas menggunakan database MySQL lokal (localhost) dengan database test, user name guest dan password kosong. Setting ini adalah setting default dan selalu ada pada MySQL. Jika ingin memodifikasi, sesuaikan dengan kondisi setting MySQL anda.</p>
<p>Kemungkinan Kesalahan :</p>
<ol>
<li><strong> java: command not found</strong>, biasanya setting PATH belum benar. Coba test dengan menjalankan perintah echo $PATH pada konsole dan apakah responnya menunjukkan lokasi JDK yang diinstalasi</li>
<li><strong>class TestMysql is public, should be declared in a file named TestMysql.java</strong>. Terjadi jika nama file berbeda dengan nama class. Ingat bahwa Java menganut case sensitive, jadi TestMysql berbeda dengan testmysql</li>
<li><strong>Cannot resolve symbol</strong></li>
<pre>symbol  : class stringlocation: class TestMysqlpublic static void main(string[] args)

^

1 error</pre>
<p>Masalah biasanya karena kesalahan ketik</p>
<li><strong>Exception in thread &#8220;main&#8221; java.lang.NoClassDefFoundError: TestMysql</strong>, biasanya terjadi karena menjalankan file class dengan ekstension. Semestinya java TestMysql, bukan java TestMysql.java ataupun TestMysql.class</li>
</ol>
<p>Semakin banyak latihan, kita akan semakin terbiasa dan lebih tahu apa yang dimaksud pada pesan kesalahan yang ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/23/koneksi-java-mysql-via-konsole/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Java</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/23/sejarah-java/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/23/sejarah-java/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 05:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/23/sejarah-java/</guid>
		<description><![CDATA[ Meski instalasi dan operasional Java pada Linux sangat mudah, proses memulai belajar Java sendiri sering menimbulkan kebingungan. Pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai bagaimana install Java untuk belajar Java; bagaimana setting classpath; bagaimana membuang Java bawaan sistem dan menggantinya dengan versi terbaru; kesemuanya potensial menyurutkan langkah para veteran programmer di dunia Windows untuk mempelajari Java.
&#160;
Sebagai pengguna Linux [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="serendipity_entryIcon"></span> <img src="http://www.vavai.com/images/java-logo-small.jpg" align="left" border="0" hspace="5" vspace="5" />Meski instalasi dan operasional <a href="http://java.sun.com/">Java</a> pada Linux sangat mudah, proses memulai belajar Java sendiri sering menimbulkan kebingungan. Pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai bagaimana install Java untuk belajar Java; bagaimana setting classpath; bagaimana membuang Java bawaan sistem dan menggantinya dengan versi terbaru; kesemuanya potensial menyurutkan langkah para veteran programmer di dunia Windows untuk mempelajari Java.</p>
<p class="serendipity_entry_body">&nbsp;</p>
<p>Sebagai pengguna Linux yang selama beberapa tahun berkecimpung pada Microsoft Visual Basic, saya akan mencoba share pengalaman saya dalam belajar Java, utamanya dari sudut pandang seorang newbie Java yang berangkat dalam pola pikir Programmer berbasis Windows.</p>
<p>Sebelum memulai belajar, ada baiknya membaca beberapa referensi mengenai sejarah Java. Ada yang bilang [dan ini mungkin persepsi awal yang langsung tertanam] bahwa Java berasal dari kata Java=Jawa. Lantas, mengapa lambangnya kok seperti kopi tubruk ? Bukankah perkebunan kopi justru lebih banyak di Sumatera dan Kalimantan <img src="http://www.vavai.com/templates/default/img/emoticons/tongue.png" alt=":-P" style="display: inline; vertical-align: bottom" class="emoticon" />.</p>
<p>Silakan baca beberapa referensi berikut :</p>
<p><a href="http://fleahlit.web.id/?p=28"><strong>1. SEJARAH PENDEK JAVA</strong></a></p>
<blockquote><p>Java kata beberapa pendapat berasal dari nama kota yang ada di Indonesia, dan ada juga beberapa pendapat yang menyatakan lain atau berbeda. Disini sejarah singkat awal mula nama Java. Silahken baca bagi yang berminat hehehehehe&#8230;</p>
<p>Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang. Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park.</p>
<p>Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai &#8220;*7â€³ (Star Seven). Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto. Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka.</p>
<p>Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer. Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java. Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995. Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.</p>
<p>Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja &#8220;bapak java&#8221;, James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi &#8220;Java&#8221;. Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.</p>
<p>Ternyata jauh berbeda dari pendapat kita..</p></blockquote>
<p><strong><a href="http://www.benpinter.net/article.php?story=20030408050006191">2. Sejarah Singkat Java - Benpinter.net</a></strong></p>
<p>Oleh Isak Rickyanto, ST. Web Developer <a href="http://www.mitraweb.biz/">www.Mitraweb.biz</a>. BTW, ini Oom Kocil yang di Vector Linux bukan ya ??</p>
<p>Apakah Java itu?</p>
<blockquote><p>&#8220;Java adalah suatu teknologi di dunia software komputer. Selain merupakan suatu bahasa pemrograman, Java juga merupakan suatu platform.&#8221;</p>
<p>Penulis secara ringkas telah menjawab pertanyaan tersebut dalam kalimat tersebut, dan berikut ini penulis akan menjelaskan lebih lanjut:</p>
<p>&#8220;Java merupakan teknologi di mana teknologi tersebut mencakup Java sebagai bahasa pemrograman yang memiliki sintaks dan aturan pemrograman tersendiri, juga mencakup Java sebagai platform yaitu di mana teknologi ini memiliki virtual machine dan library yang diperlukan untuk menulis dan menjalankan program yang ditulis dengan bahasa pemrograman java&#8221;.</p>
<p><strong>Asal Muasal Java</strong></p>
<p>Java diciptakan oleh suatu tim yang dipimpin oleh Patrick Naughton dan James Gosling dalam suatu proyek dari Sun Microsystem yang memiliki kode Green dengan tujuan untuk menghasilkan bahasa komputer sederhana yang dapat dijalankan di peralatan sederhana dengan tidak terikat pada arsitektur tertentu.</p>
<p>Mula-mula James Gosling menyebut bahasa pemrograman yang dihasilkan dengan OAK tetapi karena OAK sendiri merupakan nama dari bahasa pemrograman komputer yang sudah ada maka kemudian Sun mengubahnya menjadi Java.</p>
<p>Akhirnya setelah melalui beberapa transformasi dan proses, Sun akhirnya meluncurkan browser dari Java yang disebut Hot Java yang mampu menjalankan applet. Setelah itu teknologi Java diadopsi oleh Netscape yang memungkinkan program Java dijalankan di browser Netscape sejak January 1996 yang kemudian diikuti oleh Internet Explorer. Karena keunikan dan kelebihannya, teknologi Java mulai menarik banyak vendor terkemuka seperti IBM, Symantec, Inprise, dll.</p>
<p>Akhirnya Sun merilis versi awal Java secara resmi pada awal 1996 yang kemudian terus berkembang hingga muncul JDK 1.1 kemudian JDK 1.2 yang menghasilkan banyak peningkatan dan perbaikan sehingga mulai versi ini Java disebut Java2. Perubahan yang utama adalah adanya Swing yang merupakan teknologi GUI (Graphical User Interface) yang mampu menghasilkan aplikasi window yang benar-benar portabel.</p>
<p>Dan pada tahun-tahun berikutnya (1998-1999) lahirlah teknologi J2EE (Java 2 Enterprise Edition) yang berbasis J2SE yang diawali dengan servlet dan EJB kemudian diikuti JSP. Kelebihan Java di lingkungan network dan terdistribusi serta kemampuan multithreading mengakibatkan Java menjadi cepat populer di lingkungan server side.</p>
<p>Terakhir teknologi Java melahirkan J2ME (Java 2 Micro Edition) yang sudah diadopsi oleh Nokia, Siemens, SonyEricsson, Motorola, Samsung untuk menghasilkan aplikasi mobile baik games maupun software bisnis dan berbagai jenis software lain yang dapat dijalankan di peralatan mobile seperti ponsel.</p></blockquote>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Java"><strong>3. Sejarah Perkembangan Java</strong></a></p>
<blockquote><p>Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang.Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai &#8220;*7&#8243; (Star Seven).</p>
<p>Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.</p>
<p>Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer.</p>
<p>Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java.</p>
<p>Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemeritaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995.</p>
<p>Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.</p>
<p>Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja &#8220;bapak java&#8221;, James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi &#8220;Java&#8221;. Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.</p></blockquote>
<p>Related Entry :</p>
<ol>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Java">http://id.wikipedia.org/wiki/Java</a></li>
<li><a href="http://www.java.com/en/javahistory/">http://www.java.com/en/javahistory/</a></li>
<li><a href="http://java.sun.com/features/1998/05/birthday.html">http://java.sun.com/features/1998/05/birthday.html</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/23/sejarah-java/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Java di Indonesia</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/23/komunitas-java-di-indonesia/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/23/komunitas-java-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 02:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/23/komunitas-java-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas Java di Indonesia yang cukup menonjol ada 3, yaitu JUG Indonesia, Jlinux dan Netbeans Indonesia. Saya belum tahu apakah ada komunitas Eclipse Indonesia.
JUG Indonesia atau Java User Group Indonesia beralamat di http://www.jug.or.id dan memiliki milis di http://tech.groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/. JUG-Indonesia cukup menonjol karena cukup aktif di web, apalagi ditunjang oleh kontroversi seorang Frans Thamura :-D. JUG [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunitas Java di Indonesia yang cukup menonjol ada 3, yaitu JUG Indonesia, Jlinux dan Netbeans Indonesia. Saya belum tahu apakah ada komunitas Eclipse Indonesia.</p>
<p>JUG Indonesia atau Java User Group Indonesia beralamat di <a href="http://www.jug.or.id">http://www.jug.or.id</a> dan memiliki milis di <a href="http://tech.groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/">http://tech.groups.yahoo.com/group/jug-indonesia/</a>. JUG-Indonesia cukup menonjol karena cukup aktif di web, apalagi ditunjang oleh kontroversi seorang Frans Thamura :-D. JUG Indonesia secara periodik mengadakan pertemuan bulanan yang dinamakan Jamu (Java Meet Up) yang biasanya diadakan di kantor Sun Microsystem di Jakarta.</p>
<p>Komunitas kedua, Jlinux dikomandani oleh Eko BS alias Eko Budi Suprasetiawan. JLinux adalah komunitas Java yang menitikberatkan development Java menggunakan Linux. Milis komunitas Jlinux dapat diakses pada alamat <a href="http://groups.yahoo.com/group/jlinux/">http://groups.yahoo.com/group/jlinux/</a></p>
<blockquote><p>Komunitas untuk belajar Java terutama Java EE, ttg JDBC, Servlet, JSP, RMI, EJB, Web Service, dan dengan arahan untuk mengembangkan workshop pemrograman Java melalui proyek open source dengan penekanan pada Linux environment.</p></blockquote>
<p>Yang terakhir, Netbeans Indonesia digawangi oleh Ifnu Bima dan awalnya didirikan oleh Eko BS. Sesuai dengan namanya, Netbeans Indonesia menitikberatkan development Java menggunakan IDE <a href="http://www.netbeans.org">Netbeans</a>. Komunitas Netbeans Indonesia memiliki mili yang beralamat di <a href="http://tech.groups.yahoo.com/group/netbeans-indonesia/">http://tech.groups.yahoo.com/group/netbeans-indonesia/</a>. Pertemuan bulanan mereka dinamakan NECTAR dilakukan secara periodik setiap bulan dan bertempat di Departemen Ilmu Komputer IPB, Bogor. Ada penjelasan menarik mengenai apa itu NECTAR (sari bunga) serta kisah pembentukan komunitas Netbeans Indonesia. Silakan baca artikelnya <a href="http://www.netbeans.org/community/articles/interviews/ifnu-bima-indonesia-nug.html">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/23/komunitas-java-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai Belajar Java ?</title>
		<link>http://java.vavai.com/2008/01/22/mulai-belajar-java/</link>
		<comments>http://java.vavai.com/2008/01/22/mulai-belajar-java/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 20:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://java.vavai.com/2008/01/22/mulai-belajar-java/</guid>
		<description><![CDATA[Masing-masing orang punya metode tersendiri untuk mulai belajar Java. Saya pribadi memulainya dengan latar belakang sebagai programmer Visual Basic di Windows. Kemampuan OOP saya bisa dibilang nol besar. Selain itu, saya rada ngeyel, mau menggunakan metode dan cara sendiri untuk belajar sesuatu. Kebiasaan ini merupakan bawaan sejak bayi. Sewaktu SMA (lho, kamu pernah sekolah Vai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masing-masing orang punya metode tersendiri untuk mulai belajar Java. Saya pribadi memulainya dengan latar belakang sebagai programmer Visual Basic di Windows. Kemampuan OOP saya bisa dibilang nol besar. Selain itu, saya rada ngeyel, mau menggunakan metode dan cara sendiri untuk belajar sesuatu. Kebiasaan ini merupakan bawaan sejak bayi. Sewaktu SMA (lho, kamu pernah sekolah Vai ? <img src='http://java.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> ), alih-alih menyalin tulisan pak guru, saya memilih untuk menuliskan catatan versi saya. Jika pak guru membuat gambar, saya akan menambahkan keterangan versi saya agar bisa saya ingat, &#8220;Begini lho maksudnya&#8230;&#8221;</p>
<p>Sebelum berpanjang lebar soal pengalaman belajar Java, harap dipahami bahwa saya juga baru beberapa waktu belajar dan menggunakan Java untuk pengembangan aplikasi, jadi jangan berpikir saya ini seorang dosen Java atau seorang expert dibidang Java :-).</p>
<p>Ketertarikan saya soal Java dimulai saat saya mulai tertarik dengan Linux. Pemakaian Linux yang semakin intensif, rencana perusahaan untuk migrasi sistem ke Linux dan pencarian aplikasi yang bisa berjalan pada berbagai platform membawa saya ke Java. Salah satu feature penting dari Java tentu konsep WORA (Write Once Run Anywhere) yang ada pada Java. Sekali buat aplikasi, aplikasi tersebut bisa dijalankan pada berbagai sistem operasi. Selain Java, tentu ada aplikasi lain yang sejenis. QT misalnya, tools berbasis C++ yang menjadi kunci pengembangan KDE di Linux  menjadi pilihan awal saya, namun saya tidak ku-ku kalau harus membayar biaya lisensinya. Memang sih ada versi open source tapi itu untuk produk open source juga.</p>
<p>Sebelum memilih aplikasi open source, saya juga sempat berniat menceburkan diri ke dunia .NET. Hanya saja, setelah eksplorasi beberapa waktu, skema lisensi .NET membuat saya memilih Java. Meski ada .NET Express, saya memandangnya sebagai tools serba terbatas untuk membangun sebuah aplikasi. Selain itu, perbedaan .NET yang cukup jauh dengan Visual Basic 6.0 saya pandang akan membuat saya mengeluarkan <em>effort</em> yang sama besarnya jika saya menggunakan bahasa yang benar-benar baru.</p>
<p>Sebagai veteran Visual Basic, pilihan awal sebenarnya bukan QT melainkan Gambas. Pertimbangannya, Gambas memiliki kemiripan dengan Visual Basic. Hanya saja, saya masih kurang nyaman dengan keterbatasan yang dimiliki oleh Gambas, sementara disisi lain, Java jauh lebih matang. Real Basic juga pernah saya coba, namun saya tidak eksplorasi lebih jauh setelah aplikasi Visual Basic yang saya import dari versi native tidak dapat dijalankan secara penuh di Real Basic.</p>
<p>Pertimbangan terakhir untuk memilih Java adalah setelah melakukan blog walking dan menemukan blog dari <a href="http://endy.artivisi.com/blog">Endy Muhardin</a>. Dari tulisannya, saya melihat mas Endy cukup lugas dalam memberikan penjelasan mengenai sesuatu dalam bahasa Java. Konsep OOP yang dianalogikan dengan sebuah mobil misalnya, membuat saya jauh lebih mudah mencerna pemahaman hal tersebut dibandingkan konsep abstrak lainnya.</p>
<p>Adalah suatu kebetulan, ketika saya tertarik untuk belajar Java, perusahaan juga dalam proses melakukan migrasi aplikasi ke Linux. Proposal saya untuk mengadakan pelatihan internal Java bagi para IT staff disetujui oleh pihak manajemen sehingga proses pembelajaran Java bisa jauh lebih mudah. Trainer yang dipilih juga sangat memahami mindset melakukan coding dengan Java sehingga adaptasi ke Java bisa lebih smooth. Trainernya ? Ya Endy Muhardin :-). Untuk aplikasi menggunakan desktop dan web menggunakan Netbeans, mas Endy disertai rekannya dari komunitas Netbeans Indonesia, <a href="http://www.nagasakti.or.id/roller/Ifnu">Ifnu Bima</a>. Hebatnya, Ifnu ini masih mahasiswa&#8230;</p>
<p>Satu hal yang perlu ditekankan, dengan ataupun tanpa pelatihan yang diadakan oleh perusahaan, saya akan tetap mempelajari Java. Resource yang berlimpah di internet merupakan sumber pembelajaran yang bisa diakses dengan mudah.</p>
<p>Lantas, bagaimana pola saya mempelajari Java ?</p>
<p>Latar belakang Visual Basic saya membuat saya melompat-lompat saat melakukan coding. Bisa saja diawal saya menggunakan konsole untuk kemudian tiba-tiba membuat aplikasi database dengan Netbeans untuk kemudian mundur kembali pada konsep OOP. Jika diilustrasikan, berikut adalah catatan kasar sewaktu saya belajar Java.</p>
<ol>
<li>Bagaimana cara install Java di Linux (OpenSUSE)</li>
<li>Bagaimana cara install IDE Java di Linux (Netbeans, Eclipse, Sun Java Creator dll)</li>
<li>Bagaimana melakukan kompilasi, setting path dan classpath di Linux</li>
<li>Bagaimana membuat Hello World !</li>
<li>Bagaimana membuat aplikasi dasar sekuensial (aplikasi perhitungan biasa tanpa percabangan ataupun perulangan)</li>
<li>Bagaimana membuat aplikasi percabangan (If Then Else)</li>
<li>Bagaimana membuat aplikasi perulangan (Loop)</li>
<li>Bagaimana membuat aplikasi grafis</li>
<li>Bagaimana membuat aplikasi dasar toolbox / pallete grafis (button, text field, combo, list)</li>
<li>Bagaimana membuat aplikasi dengan tabel</li>
<li>Bagaiamana melakukan koneksi ke database via konsole</li>
<li>Bagaimana melakukan koneksi ke database via Netbeans</li>
<li>Bagaimana membuat aplikasi database lengkap</li>
<li>Bagaimana konsep OOP diterapkan dalam sebuah aplikasi yang siap dijalankan</li>
<li>Bagaimana melakukan deployment aplikasi</li>
</ol>
<p>Dalam perjalanannya, berbagai hal diatas dilengkapi dengan testing penggunaan framework dan model. Dalam beberapa hal, saya cenderung untuk membuat program secara sederhana, meski dengan konsep OOP yang amburadul sekalipun untuk mendapatkan bentuk pemahaman yang saya inginkan. Saran saya, untuk mulai belajar Java, tidak usah dipusingkan dengan konsep framework maupun pemisahan kode dan upaya melakukan fleksibilitas kode. Kalau bisa sih nggak apa-apa, tapi kalau tidak bisa, itu akan mempersulit upaya belajar. Seperti halnya kita saat belajar di sekolah, konsep awal mungkin dibuat mudah agar kita bisa melangkah secara bertahap.</p>
<p>Sewaktu saya menjadi assisten lab komputer di STMIK Bani Saleh Bekasi (1999-2004), pengalaman saya mengajar mahasiswa baru mungkin bisa menjadi masukan. Saat menjelaskan konsep pemrogramman dengan perulangan menggunakan Turbo Pascal, saya melakukan hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Saya minta mahasiswa membuat program dengan tulisan : &#8220;Nama saya adalah : Nama-Sendiri&#8221;</li>
<li>Saya minta mahasiswa membuat program untuk mencetak tulisan tersebut sebanyak 5 kali. Untuk tahap ini, ada cukup banyak mahasiswa yang menulis statemen diatas sebanyak 5 kali secara manual. Pada saat ini, saya contohkan bagaimana melakukan copy-paste di teks editor Pascal (menggunakan CTRL + KB, CTRL + KK, CTRL + KC. Perintah ini saya ingat karena saya masih termasuk generasi yang mengalami aplikasi pengolah kata Wordstar <img src='http://java.vavai.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> )</li>
<li>Saya minta mahasiswa membuat program untuk mencetak tulisan sebanyak 10 kali. Sebagian besar menggunakan perintah copy-paste untuk melakukannya.</li>
<li>Saya minta mahasiswa mencetak tulisan yang sama tapi sebanyak 1000 kali. Saat mereka mengeluh soal lamanya proses copy-paste, barulah saya menjelaskan konsep perulangan.</li>
</ol>
<p>Cukup berbelit memang, tapi itu saya lakukan agar mahasiswa tidak serta merta menganggap konsep perulangan dan konsep lain dalam dunia pemrogramman tercipta dengan sendirinya. Bukan juga berarti bahwa mahasiswa saya terlalu newbie untuk hal yang sama. Sebagian dari mereka sudah memahami konsep yang sama namun dengan cara pandang yang berbeda.</p>
<p>Bagaimana ? Tertarik menggunakan Java ? Apakah masih menggunakan aplikasi WODA ? Write Once Debug Anywhere ? :-))</p>
<p>Related Entry :</p>
<ol>
<li><a href="http://endy.artivisi.com/blog/java/belajar-java-mulai-dari-mana/">Endy Muhardin : Belajar Java, Mulai Dari Mana ?</a></li>
<li><a href="http://www.nagasakti.or.id/roller/Ifnu/entry/2">Ifnu Bima : Belajar Java Mulai Dari Mana</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://java.vavai.com/2008/01/22/mulai-belajar-java/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
